Senin, 17 Maret 2014

PENTING: Surat Edaran KPU Tentang Surat Pindah Memilih

 

Bagi Anda warga pemilih yang bingung menyalurkan suaranya karena sedang menjalankan tugas belajar, tugas kerja, atau pindah domisili di kota lain, ini Surat Edaran Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia tentang Surat Pindah Memilih (Model A.5-KPU) yang memungkinkan Anda bisa memilih. Pelajarilah.


Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia

Jakarta, 4 Maret 2014

Nomor   : 127/KPU/III/2014
Sifat   : Segera
Perihal : Surat Pindah Memilih (Model A.5-KPU)

Kepada, Yth.

1. Sdr. Ketua KPU / KIP Provinsi
2. Sdr. Ketua KPU / KIP Kabupaten Kota




SURAT EDARAN

Formulir Model A.5 KPU sebagaimana telah diatur di dalam Peraturan  KPU Nomor 9 Tahun 2013 dan Peraturan KPU Nomor 26 Tahun 2013 dikeluarkan oleh PPS (Panitia Pemungutan Suara) tempat asal. Selanjutnya kepada pemilih yang akan pindah tempat memilih diharuskan melaporkan kepada PPS dimana pemilih terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap) dan mengisi formulir pindah memilih (Model A.5-KPU).

Dalam rangka melayani pemilih, khususnya bagi pemilih yang sedang menjalankan tugas belajar, tugas kerja, atau pemilih yang pindah domisili di kota lain dan tidak memungkinkan untuk mendapatkan model A.5-KPU dari PPS asal, KPU Kabupaten/Kota dapat mengeluarkan Model A.55-KPU untuk pemilih yang bersangkutan dengan prosedur:

1. KPU Kabupaten/Kota memberikan formulir pindah memilih (Model A.55-KPU) kepada pemilih melalui PPS dimana pemilih ingin menggunakan hak pilihnya paling lambat 10 hari sebelum hari pemungutan suara.

2. KPU Kabupaten/Kota tujuan memastikan bahwa pemilih telah terdaftar pada DPT di tempat asal pemilih.

3. Pemilih wajib menyerahkan Model A.55-KPU kepada PPS tujuan paling lambat 3 hari sebelum hari pemungutan suara.

4. PPS dapat menentukan nomor TPS dimana pemilih tersebut akan menggunakan hak pilihnya dengan memperhatikan jarak tempat tinggal dengan TPS dan ketersediaan surat suara di TPS.

5. PPS mencatat atau mendaftar pemilih pindah tersebut ke dalam Daftar Pemilih Tambahan (Model A.4-KPU) dan menyerahkan kepada KPPS untuk diumumkan di TPS.

6. KPU Kabupaten/Kota tujuan agar menyusun dan merekap semua pemilih pindah memilih (Model A.5-KPU) dan mengirimkannya ke KPU Provinsi tempat asal pemilih.

7. Susunan pemilih yang dimaksud pada angka 6, memuat elemen NIK, Nama, Tempat Lahir, Tanggal Lahir, Alamat Asal, Kabupaten/Kota-Kecamatan-Desa/Kelurahan-TPS Asal, serta Kabupaten/Kota-Kecamatan-Desa/Kelurahan tujuan.

8. Melalui koordinasi KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota tempat asal pemilih pindah memberikan catatan “pindah memilih” pada kolom keterangan di DPT dimana pemilih tersebut terdaftar.

Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan.

Ketua KPU RI

ttd

HUSNI KAMIL MANIK


http://www.pkssragen.org/2014/03/penting-surat-edaran-kpu-tentang-surat.html

Selasa, 28 Mei 2013

Hadits 37: Pahala Kebaikan Dilipatganndakan Oleh Allah

عن ابن عباس – رضي الله عنه – عن رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يريه عن ربه تبارك و تعالى قال - إن الله كتب الحسنات و السيئات ثم بين ذلك : فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة و إن هم بها فعملها كتبها الله عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة ، و إن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة ، وإن هم بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة- رواه البخاري و مسلم في صحيحيهما بهذه الحروف
Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhu, dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau meriwayatkan dari Tuhannya, Tabaaraka wa ta’aala. Firman-Nya : “Sesungguhnya Allah telah menetapkan nilai kebaikan dan kejahatan, kemudian Dia menjelaskannya. Maka barangsiapa berniat mengerjakan kebaikan tetapi tidak dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat untuk berbuat kebaikan lalu ia mengerjakannya, Allah mencatatnya sebagai 10 sampai 700 kali kebaikan atau lebih banyak lagi. Jika ia berniat melakukan kejahatan, tetapi ia tidak mengerjakannya, Allah mencatatkan padanya satu kebaikan yang sempurna. Jika ia berniat melakukan kejahatan lalu dikerjakannya, Allah mencatatnya sebagai satu kejahatan”.
(HR. Bukhari dan Muslim dalam Kitab Shahihnya dengan lafazh ini)
[Bukhari no. 6491, Muslim no. 131]
Pensyarah Hadits ini berkata : Ini adalah Hadits yang sangat mulia dan berharga. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjelaskan betapa banyak kelebihan yang Allah berikan kepada makhluk-Nya. Di antaranya yaitu orang yang berniat melakukan kebaikan sekalipun belum dilaksanakan mendapat satu pahala, sedangkan orang yang berniat berbuat dosa tetapi tidak jadi dikerjakan, mendapat satu pahala, dan bila ia laksanakan mendapat satu dosa. Orang yang berniat baik kemudian melaksanakannya, Allah tetapkan baginya sepuluh kali pahala. Ini adalah suatu keutamaan yang sangat besar, yaitu dengan melipat gandakan pahala kebaikan, tetapi tidak melipat gandakan siksa atas perbuatan dosa. Allah tetapkan keinginan berbuat baik sebagai suatu kebaikan, karena keinginan berbuat baik itu merupakan perbuatan hati yang ditekadkannya.

Berdasarkan sabda ini ada yang berpendapat, seharusnya orang yang berniat berbuat dosa tetapi belum melaksanakannya dicatat sebagai satu dosa, karena keinginan melakukan sesuatu merupakan bagian dari pekerjaan hati. Ada pula yang berpendapat tidak seperti itu, sebab orang yang mengurungkan berbuat dosa dan menghapus keinginannya untuk berbuat dosa dan menggantinya dengan keinginan lain yang baik. Dengan demikian dia diberi pahala satu kebaikan. Tersebut pada Hadits lain : “ ia meninggalkan niat jeleknya itu karena takut kepada-Ku”
Hadits ini semakna dengan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam : “Setiap muslim punya shadaqah”. Mereka (para sahabat) bertanya : “Sekalipun dia tidak melakukannya?” Sabda beliau : “Hendaklah dia mengurungkan niat jahatnya, maka hal itu menjadi sadaqah bagi dirinya”. (riwayat Bukhari dalam Kitab Adab)
Adapun orang yang meninggalkan niat jahatnya karena dipaksa atau tidak sanggup menjalankannya, maka tidaklah dicatat sebagai suatu kebaikan (yang mendapat pahala) dan tidak termasuk dalam pembicaraan Hadits ini.

Thabari berkata : “Hadits ini membenarkan pendapat yang mengatakan : ’Pembatalan niat seseorang dalam melakukan kebaikan atau keburukan tetap dicatat oleh malaikat, asalkan dia menyadari apa yang diniatkan itu”. Ia membantah pendapat yang beranggapan bahwa malaikat hanya mencatat pembatalan pada perbuatan-perbuatan yang zhahir atau sesuatu yang dapat didengar. Ini berarti dua malaikat yang ditugasi mengawasi manusia mengetahui apa yang diniatkan oleh seseorang. Boleh juga Allah memberikan cara kepada para malaikat itu untuk mengetahui hal itu sebagaimana Allah telah memberikan jalan kepada sebagian besar nabi-Nya dalam beberapa perkara ghaib. Allah telah berfirman berkenaan dengan Isa ketika ia berkata kepeda Bani Israil : “Aku mengabarkan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu”. (QS. 3 : 49)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam juga telah mengabarkan banyak perkara ghaib. Maka dapat saja Allah memberikan kepada dua malaikat itu cara untuk mengetahui niat baik atau niat buruk seseorang lalu dia mencatatnya, bila orang tersebut telah menjadikannya sebagai tekad. Ada pula yang berpendapat malaikat mengetahuinya dari angin yang keluar dari hati seseorang.

Para ulama salaf berselisih paham tentang dzikir manakah yang lebih baik, dzikir dalam hati atau dzikir dengan lisan. Ini semua adalah pendapat Ibnu Khalaf yang dikenal dengan nama Ibnu Bathal. Pengarang kitab Al Ifshah dalam salah satu pernyataannya mengatakan : Sesungguhnya tatkala Allah mengurangi umur umat Muhammad Shallallahu 'alaihi wa Sallam, Allah mengganti kependekan umurnya itu dengan melipat gandakan pahala amalnya”. Barang siapa berniat berbuat baik maka dengan niatnya itu ia mendapatkan satu kebaikan penuh, sekalipun sekadar niat. Allah jadikan niatnya itu sebagai kebaikan penuh agar orang tidak beranggapan bahwa niat semata-mata mengurangi kebaikan atau sia-sia. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjelaskan dengan kata “kebaikan sempurna”. Jika seseorang berniat baik lalu melaksanakannya, hal itu berarti telah keluar dari lingkup niat menjelma kepada amal. Niat baiknya ditulis sebagai suatu kebaikan, kemudian perbuatan baiknya digandakan. Hal ini semua tergantung pada ikhlas atau tidaknya niat pada masing-masing perbuatan.

Selanjutnya pada kalimat “sampai dilipatgandakan banyak sekali” , digunakan bentuk kata nakirah (tidak terbatas) yang maknanya lebih luas daripada bentuk kata ma’rifah (terbatas). Kalimat semacam ini menunjukkan adanya pengertian pembalasan yang tidak terhingga banyaknya.

Kalimat janji Allah semacam ini dapat mencakup pernyataan : “Apabila seorang manusia mengeluarkan sedekah sebutir gandum, maka akan diberi pahala atas perbuatannya itu karena rahmat Allah. Sekiranya butiran gandum tersebut ditaburkan lalu tumbuh di tanah yang subur dan dipelihara, disiangi sesuai dengan kebutuhannya, lalu dipanen, maka akan tampak hasilnya. Kemudian hasilnya dapat ditanam lagi pada tanah yang subur lalu dipelihara seperti tanaman sebelumnya. Kemudian terus berjalan semacam itu pada tahun kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Kemudian hal ini terus berlangsung sampai hari kiamat, sehingga sebutir gandum, sebutir biji sawi, atau sebatang rumput akhirnya dapat menjadi bertumpuk banyak setinggi gunung. Sekiranya sadaqah yang dikeluarkan hanya sebutir jagung karena iman, maka ia kelak akan melihat keuntungan atas sadaqahnya di waktu itu. Dan dihitung-hitung, jika dijual di pasar yang paling laris di negeri yang paling besar, tentulah barang semacam itu merupakan barang yang sangat laris. Kemudian bertambah berlipat ganda dan terus berjalan sampai hari kiamat, maka sebutir gandum tadi tumbuh sebagai benda yang besarnya sebesar dunia ini seluruhnya. Demikianlah balasan Allah atas semua amal kebaikan yang dilakukan, jika didasarkan pada niat yang ikhlas dan muncul dari hati yang ikhlas”.

Sesungguhnya Allah dengan rahmat-Nya berlipat ganda dalam memberi pahala kepada seseorang yang memberikan shadaqah satu dirham kepada orang fakir, lalu si fakir itu memberikannya kepada fakir lain yang lebih melarat dari dirinya, kemudian fakir lain tersebut memberikannya kepada fakir yang ketiga, dan yang ketiga memberikan kepada yang keempat, dan seterusnya. Dari kejadian seperti di atas, Allah akan memberi pahala kepada pemberi shadaqah pertama, dengan sepuluh kali. Bila fakir pertama yang memberikannya kepada fakir yang kedua, maka fakir pertama ini mendapat pahala sepuluh kali, dan pemberi shadaqah pertama mendapat pahala seratus kali (sepuluh kali sepuluh). Kemudian fakir kedua memberikannya kepada fakir ketiga, maka fakir kedua mendapat pahala sepuluh kali, fakir pertama mendapat pahala seratus kali, sedang pemberi shadaqah pertama pahala seratus kali, sedang pemberi shadaqah pertama mendapat pahala seribu kali. Bila fakir ketiga menshadaqahkan kapada fakir keempat, maka fakir ketiga mendapat sepuluh kali, fakir kedua mendapat pahala seratus kali, pemberi shadaqah pertama mendapat pahala sepuluh ribu kali sampai berlipat ganda sehingga tidak ada yang dapat menghitungnya kecuali Allah. Oleh karena itu, bila kelak Allah mengadili hamba-Nya yang muslim di hari kiamat, kebaikan mereka bertingkat-tingkat nilai ketinggiannya dan ada pula yang kurang nilainya, maka dengan kemurahan dan rahmat-Nya Allah akan memperhitungkan semua amal kebaikannya lebih besar daripada perbedaan nilai antara dua kebaikan. Allah berfirman : “Sungguh Kami pasti memberi pahala kepada mereka dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan”. (QS. 16 : 97)

Sebagaimana seseorang yang berada di salah satu pasar kaum muslim mengucapkan kalimat “laailaaha illallaah wahdah, laa syariikalah …” dengan suara yang tinggi, maka Allah akan mencatat perbuatannya itu dengan memberi pahala seribu kebaikan dan dihapuskan dari orang itu seribu dosanya, serta ia akan diberi sebuah rumah di surga seperti yang tersebut pada sebuah Hadits. Kami terangkan di sini hanyalah apa yang kami ketahui saja, bukan berdasarkan kadar rahmat Allah yang sebenarnya, sebab Allah itu jauh lebih agung dari apa yang dapat digambarkan oleh makhluk. Wallahu a’lam

(Hadits Arba'in An-Nawawi. Dengan Syarah Ibnu Daqiqil 'Ied)

Selasa, 07 Agustus 2012

Syarah Hadits Arbain: Membantu Sesama Muslim


الحديث السادس والثلاثون

HADITS KE-36

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِي اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :  مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِماً سَتَرَهُ اللهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كاَنَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ. وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقاً يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْماً سَهَّلَ اللهُ بِهِ طَرِيْقاً إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمْ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَأَ      فِي عَمَلِهِ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ
(رواه مسلم)

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang menyelesaikan kesulitan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, niscaya Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang sedang kesulitan niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat dan siapa yang menutupi (aib) seorang muslim Allah akan tutupkan aibnya di dunia dan akhirat. Allah selalu menolong hambanya selama hambanya menolong saudaranya. Siapa yang menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu, akan Allah mudahkan baginya jalan kae syurga. Sebuah kaum yang berkumpul di salah satu rumah Allah membaca kitab-kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, niscaya akan diturunkan kepada mereka ketenangan dan dilimpahkan kepada mereka rahmat, dan mereka dikelilingi malaikat serta Allah sebut-sebut mereka kepada makhluk disisi-Nya. Dan siapa  yang lambat amalnya, hal itu tidak akan dipercepat oleh nasabnya.
(Riwayat Muslim)

Senin, 06 Agustus 2012

Jihad: Apa Saja yang Membawa Kepada Haram adalah Haram

SALAH satu prinsip yang telah diakui oleh Islam, ialah: apabila Islam telah mengharamkan sesuatu, maka wasilah dan cara apapun yang dapat membawa kepada perbuatan haram, hukumnya adalah haram.

Rabu, 01 Agustus 2012

Luar Biasa: serba-serbi Akreditasi SDIT Az Zahra 2012

Temen-temen, ni saya tampilkan serba-serbi Ustadz & Ustadzah SDIT Az Zahra dalam perhelatan Akreditasi ke-2 hari rabu-kamis, 1-2 Agustus 2012. Doakan ya...dapet A


 (Siaga: Tim penyuguh instrumen akreditasi siaga di "warung" masing-masing. hebat....)
 --oOo--


(Barang Bukti: Tumpukan bahan instrumen akreditasi, dari RPP yang tebal s.d lembar nilai ulangan. mantab...) coba yang ini:

 (RPP: kau sangat berjasa, terlebih hari akreditasi)
--oOo--



(Lelah-LelaB: Salah satu tim kelelahan sampai tidur lelab, karena nglembur berhari hari. Khusus malam pertama akreditasi sebagian tim Tidak Tidur Malam. barakallah...)

 (Lelah-LelaB: Subhanallah, moga jadi amal shaleh..)
--oOo--


(Sidak: Observasi Asesor ke UKS & BK. untung Ustadzah PD...)
--oOo--


bersambung....

Senin, 02 April 2012

Fase Penciptaan Manusia


Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rasul untuk seluruh dunia sebagaimana yang difirmankan Allah di dalam al-Quran,

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuknya rahmat bagi sernesta alam. "
 (QS al-Anbiyaa' : 107)

Dan Nabi Muhammad SAW juga utusan Allah untuk orang Badui yang tinggal di gurun sebagaimana dia utusan Allah untuk ilmuwan sekarang ini yang dipenuhi alat-alat laboratorium modern. Dia adalah utusan Allah untuk semua manusia di setiap saat. Sebelum Nabi Muhammad SAW setiap rasul diutus semata-mata untuk kaumnya sendiri. . .

"Kamu hanyalah seorang pemberi peringatan, dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk. " (QS ar-Ra'ad : 7)

Akan tetapi, pesan Nabi Muhammad SAW adalah un­tuk seluruh umat manusia, dan untuk alasan itulah Allah memberi bukti yang mendukung pesan Nabi Muhammad SAW Bukti ini berbeda dengan bukti-bukti yang diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya. Bukti kerasulan yang terdahulu hanya dilihat pada zamannya dan kemungkinan generasi setelah mereka. Kemudian Allah menurunkan rasul yang baru, yang didukung dengan keajaiban-keajaiban baru, untuk membangkitkan kepercayaan kaumnya. Akan tetapi, Nabi Muhammad SAW karena dipersiapkan sebagai rasul yang terakhir sampai Hari Kebangkitan, Allah memberinya mukjizat yang abadi sebagai bukti yang mendukung, yaitu al-Quran.

Jika kita bertanya kepada orang Yahudi atau Nasrani yang menunjukkan kepada kita mukjizat Nabi Musa AS atau Nabi Isa AS yang mungkin sebagai berkah dan perjanjian Allah kepada mereka, maka keduanya akan menyampaikan ini tidak dalam jangkauan manusia un­tuk mempertunjukkan kembali beberapa mukjizat sekarang. Nabi Musa memiliki mukjizat tongkat yang tidak dapat diciptakan atau Nabi Isa AS diminta untuk menghidupkan kembali orang dari kematian. Untuk kita sekarang, mukjizat-mukjizat ini tidak lebih hanya menjadi laporan sejarah. Tetapi jika seorang Islam ditanya tentang mukjizat terbesar Nabi Muhamad SAW dia dapat menunjukkan al-Quran. Al-Quran adalah sebuah mukjizat yang meninggalkan bekas di tangan kita. Al-Quran adalah buku yang terbuka untuk semua orang untuk mengujinya.

Sebagaimana firman Allah di dalam al-Quran:
"Katakanlah: Apakah keterangan (saksi) yang paling besar? Katakanlah: Allah, Dia men­jadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Quran ini diwahyukan kepadaku, supaya dengan itu aku dapat memberi pengertian kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Quran kepadanya. " 
(QS al-An'am : 19)

Alam yang menakjubkan dari al-Quran di mana terletak pengetahuan di dalamnya. Allah Yang Maha Agung berfirman:

". . . tetapi Allah mengakui al-Quran yang diturunkan Nya kepadamu (Muhammad), Al­lah menurunkannya dengan ilmu Nya. " (QS an­Nisa : 166)

Oleh karena itu, para ilmuwan di zaman kita dan para sarjana, profesor di beberapa universitas yang memimpin pemikiran manusia, memiliki kesempatan untuk menguji pengetahuan yang ditemukan dalam firman Allah. Pada zaman sekarang, para ilmuwan telah mengungguli dalam penemuan alam semesta, akan tetapi al-Quran lebih dulu telah menjelaskan alam semesta dan sifat alami manusia sebelumnya. Sehingga, apa hasilnya?

Kami menghadirkan Profesor Emeritus Keith Moore, salah satu dari ilmuwan dunia yang terkemuka dalam bidang Anatomi dan Embriologi. Kami bertanya kepada Profesor Moore untuk memberikan analisis ilmiah dari beberapa versi al-Quran secara spesifik kepada kita dan hadis mengenai lapangannya secara khusus.

ProfesorMoore adalah penulis buku yang berjudul "The Development Human". Dia adalah Profiesor Emeritus ahli Anatomi dan Sel Biologi Universitas Toronto, Kanada, di mana dia Ketua Jurusan Basic Sciences, Fakultas Kesehatan, dan selama 8 tahun Ketua Jurusan Anatomi. Prof. Moore sebelumnya juga mengabdi pada Universitas Winndipeg, Kanada, selama sebelas tahun. Dia mengepalai beberapa Internasional Associations of Anatomist and the Counalofthe Union of Biological Science. Profesor Moore juga terpilih anggota Royal Medical Associations of Canada, the Intemational Academy of Cytology, the Union of American Anatomist dan the Union of North dan South American Anatomist, dan pada tahun 1984 menerima penghargaan yang terkenal dalam bidang anatomi di Kanada, JCB Grant Award dari the Canadian Association of Anatomist. Dia menerbitkan beberapa buku di klinik Anatomi dan Embriologi, delapan dari buku ini digunakan sebagai referensi di sekolah medis dan talah diterjemahkaii ke dalam enam bahasa.

Ketika kami bertanya kepada Profesor Moore untuk memberikan analisis kepada kami tentang ayat al-Quran dan sabda nabi, maka dia terkejut. Dia heran bagaimana Nabi Muhammad SAW pada 14 abad yang lalu dapat mendeskripsikan embrio dan fase perkembangannya secara detail dan akurat, yang mana para ilmuwan untuk mengetahui hal itu baru tiga puluh tahun terakhir. Akan tetapi, keterkejutan Profesor Moore itu berkembang begitu cepat menjadi kekaguman terhadap wahyu dan petunjuk ini. Dia memperkenalkan sudut pandang ini secara intelektual dan lingkungan ilmiah. Dia juga memberi sebuah surat pada kesesuaian embriologi modern dengan al-Quran dan Sunnah, di mana dia menyatakan sebagai berikut: "Ini merupakan kesenangan yang besar bagi saya untuk membantu mengklarifikasi pernyataan di dalam al-Quran tentang perkembangan manusia. Telah jelas bagi saya bahwa pernyataan yang datang kepada Nabi Muhammad pasti dari Allah atau Tuhan sebab hampir semua pengetahuan tidak ditemukan sampai beberapa abad terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. "

Pertimbangan yang terkenal dan dihormati ilmuwan embriologi ini dinyatakan atas pembelajaran ayat al-Quran sesuai dengan disiplinnya. Dan kesimpulannya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Allah berfirman di dalam al-Quran tentang tingkatan penciptaan manusia:

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. " (QS al-Mukminun : 12-14)


Kata alaqah dalam bahasa Arab memiliki tiga arti. Pertama, berarti pacet atau lintah; kedua, berarti sesuatu yang tertutup; dan ketiga, berarti segumpal darah.

Dalam perbandingan lintah air tawar dengan em­brio pada tingkat alaqah, Profesor Moore menemukan persamaan yang besar di antara keduanya. Dia menyimpulkan bahwa embrio selama tingkatan alaqah kenampakannya mirip dengan lintah itu. Profesor Moore menempatkan gambar sisi embrio dengan sisi gambar seekor lintah. Dia memperlihatkan gambar gambar ini kepada para ilmuwan di beberapa konferensi.

Arti kedua dari kata alaqah adalah sesuatu yang tergantung. Hal ini dapat kita lihat dalam penggabungan embrio dengan uterus dalam rahim ibu selarna masa alaqah. Arti ketiga kata alaqah adalah segumpal darah. Hal ini berarti, sebagaimana yang diungkapkan Profesor Moore, bahwa embrio selama selama fase alaqah melalui kejadian di dalam, seperti formasi darah di dalam pembuluh darah tertutup, sampai putaran metabolisme yang dilengkapi dengan plasenta. Selama fase alaqah, darah ditarik di dalam pembuluh darah tertutup dan itulah mengapa embrio tampak seperti segumpal darah, tampak juga seperti lintah. Kedua deskripsi itu dijelaskan secara menakjubkan dengan kata alaqah di dalam al-Quran.

Bagaimana Nabi Muhammad SAW kemungkinan telah mengetahui dirinya. Profesor Moore juga mempelajari embrio saat fase mudghah (gumpalan seperti zat/ substansi). Dia mengambil lempengan tanah liat yang kasar dan mengunyahnya ke dalam mulut. Kemudian membandingkan lempengan itu dengan sebuah gambar embrio saat fase mudghah. Profesor Moore me­nyimpullkan bahwa embrio saat fase mudghah tampak jelas seperti gumpalan zat. Beberapa majalah di Kanada menerbitkan beberapa pernyataan Profesor Moore. Lagi pula, dia menjelaskan dalam tiga acara TV di mana dia menyoroti kesesuaian ilmu pengetahuan modern dengan apa yang tersebut di dalam al-Quran selama 1400 tahun. Akibatnya, Profesor Moore ditanya dengan pertanyaan seperti berikut: "Apakah hal ini berarti kamu percaya bahwa al-Quran itu firman Allah?" Kemudian beliau menjawab: "Saya tidak menemukan kesulitan dalam penemuan hal ini." Profesor Moore juga ditanya: "Bagaimana Anda percaya dengan Nabi Muhammad SAW jika Anda masih percaya dengan Yesus Kristus?" Dia menjawab: "Saya percaya keduanya, karena keduanya dari sekolah yang sama."

Dengan demikian, semua ilmuwan modern yang ada di dunia sekarang ini datang untuk mengetahui bahwa al-Quran itu adalah pengetahuan yang diturunkan dari Allah.


"Akan tetapi Allah mengakui al Quran yang diturunkan-Nya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmu Nya. . . . . .. " (QS an Nisa : 166)


Hal ini juga diikuti bahwa ilmuwan modern tidak menemukan kesulitan dalam mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. 
(di kutip dari buku: Bukti Kebenaran Al Quran. Karya: Abdullah M. Al-Rehaili

Minggu, 05 Februari 2012

Kesadaran Perasaan



Assalamu'alaikum warhmatullahi Wabarakatuh
Kekuatan dan Kecerdasan hanya milik Allah SWT, Teladan terbaik hanya milik Rosulullah saw Nabi yang Mulia.

Satu hal yang menarik adalah terbentuknya keseimbangan antara Hati, Akal dan Fisik yang cerdas. Bukan hal yang mustahil itu terjadi pada diri kita.
Banyak orang menganggap dirinya adalah orang yang lemah, tidak punya potensi, bahkan berucap,atau sebutan semisal.

Padahal apa yang kita rasa dalam diri adalah pengaruh dari cara kita memandang diri sendiri. Kesadaran perasaan untuk merasakan apa yang sedang kita rasakan, maka kita akan mendapatkan rasa hidup yang berasa.

Jumat, 20 Januari 2012



selmat Hari Ibu.

Ibu, semoga engkau selamat di dunia dan akhirat.

maafkan putramu...


Sudah saatnya kita berbuat, untuk diri kita, dan orang lain.

Jumat, 21 Januari 2011

Merebaknya New Age Movement

Republika Online (Opini) Jumat, 21 Januari 2011 pukul 09:27:00

Julia Maria van Tiel
Doktor Antropologi Kesehatan, menetap di Belanda

Belakangan, buku bernapaskan New Age Movement (Gerakan Zaman Baru atau GZB) banyak bertebaran di toko buku di Indonesia. Harganya terjangkau. Tak jarang dibumbui kata "best seller". Judulnya menggiurkan. Sebut saja, Super Cerdas dengan Aktivasi Otak Tengah; Dahsyatnya Otak Tengah; The Power of Blessing; Unlimited the Potency of the Brain; Spiritual Company; atau Revolusi IQ/EQ/SQ. Yang luar biasa banyak jumlahnya, buku-buku hypnoparenting dan hypnotherapy.

Aneka pelatihan terkait GZB juga marak digelar. Contohnya pelatihan body-mind-soul for succses, forgiveness teraphy, dan self healing. Lalu, ada pelatihan motivasi Neurolinguistic Programing (NLP) dengan teknik hypnose yang sedang populer.

Buku asing yang diterjemahkan juga gampang ditemui. Di antaranya, The Secret dari Rhonda Byrne, buku Sai Baba, Fritjof Capra, Danah Zohar, dan Stephen Covey. Mereka adalah tokoh GZB kaliber dunia.

Kini, telah beredar The Third Jesus karangan terbaru Depaak Chopra. Di Belanda, buku GZB tempatnya di rak buku esoteri atau spiritualitas. Buku terjemahan dari bahasa Inggris ke bahasa Belanda, di bagian bawah buku selalu ditulis dengan huruf besar: New Age. Pembaca tidak akan keliru menyangka bahwa itu buku pendidikan, bisnis, agama, kesehatan, kedokteran, ataupun buku psikologi.

Sebaliknya, di Tanah Air, kondisinya mengkhawatirkan. Di toko buku yang ada rak: psikologi, kesehatan, ekonomi, dan agama, bercampur dengan buku GZB. Para pembaca tak mengerti di belakang itu semua ada sebuah gerakan spiritual GZB yang mempunyai cita-cita New World Order di bawah kepemimpinan New Age Movement.

Penulisnya pun tak sungkan mengaku ilmiah, penemuan baru, modern, dan fenomenal. Apalagi, pemaparannya menggunakan teori-teori psikologi, neuroscience, fisika modern, bahkan menggunakan penjelasan ayat Alquran, hadis Nabi, maupun penjelasan surat dari kitab Injil.

Banyak buku GZB ini sinkretik dengan agama, misalnya dengan agama Islam. Contohnya, buku spiritual yang mengulas keberadaan God Spot pada diri manusiam tetapi juga membahas Rukun Iman dan Rukun Islam. Padahal, God Spot merupakan ciri kepercayaan GZB.

Ilmu kedokteran yang sedang populer menjadi pemoles GZB adalah neuroscience. Konsep ini memaparkan anatomi dan cara kerja otak. Misalnya, penggunaan neurofeedback (atau metode turunannya) yang diinformasikan bisa memberikan efek positif yang dahsyat. Klaimnya, meningkatkan konsentrasi, menyeimbangkan hormon, dan meningkatkan kecerdasan, tetapi tidak akan kita temui dalam ilmiah.

Ada pula yang membahas soal gelombang otak yang bisa ditingkatkan kehebatannya. Orang dijanjikan dapat memiliki kemampuan membaca di balik tembok, mengobati orang, atau membaca buku tanpa melihat, tetapi cukup dengan menyentuhnya saja.

Selain ramai dengan penjelasan neuroscience,/ ada pula gembar-gembor tentang energi dahsyat dari gelombang otak. Teori fisika kuantum yang sebenarnya pseudo-ilmiah menjadi landasannya. Coba saja telusuri Skeptic Dictionary dengan kata kunci quantum physic. Berbagai penyalahgunaan ilmu dan pseudo-ilmiah yang banyak digunakan oleh GZB ada di sana. Fisika kuantum tidak dapat digunakan untuk menjelaskan energi spiritual. Sebab, energi spiritual tidak dapat diukur dan dirancang penelitiannya dengan matematika.

GZB adalah gerakan spiritual atau agama baru yang awalnya berkembang di Inggris. Dan, Amerika Serikat menjadi negara berikutnya yang paling dulu terjamah oleh GZB. Dari situ, ia menyebar ke segala belahan dunia.
GZB lahir dari gerakan subkultur masyarakat Inggris pada sekitar 1960-an. Penggeraknya menentang kemapanan dan berhimpun menjadi kelompok Flower Power atau Flower Generation. Adanya kekosongan agama-terutama kekristenan yang sudah dipisahkan dengan sistem politik dan pendidikan di sekolah-menjadikan kelompok ini mencari-cari sesuatu yang baru.

Generasi The Beatles adalah salah satu penyebar gerakan ini dengan lagunya yang sangat terkenal, "Imagine". GZB tidak mengenal Tuhan yang personal (di luar manusia), tetapi memercayai bahwa Tuhan ada di dalam dirinya (impersonal) berupa energi spiritual. Pengikutnya yakin setiap manusia mempunyai kekuatan Tuhan yang bisa dibangkitkan melalui meditasi, konsentrasi, visualisasi, dan imajinasi.

New Ager tidak mengenal imam, tetapi guru dan master. Filosofinya adalah humanisme. Mereka berbagi spiritual sehingga diharapkan kelak semua orang di dunia akan bersatu dan menjadikan dunia ini satu dan harmonis. Tidak pula mengenal kematian sebagai akhir hidup, tetapi mengenal reinkarnasi dan karma. GZB banyak mengambil filosofi agama-agama Timur seperti Buddha, Hindu, dan Tao. Dalam penyebarannya sinkretik dengan agama-agama samawi dan berbungkus klaim ilmiah.

GZB merasuk di banyak sektor. Cara penyebaran utamanya melalui perawatan kesehatan, yaitu self healing dan pengobatan dari dalam serta kembali kepada nature. New Ager juga memopulerkan pelatihan motivasi, pencerahan, pendidikan berbasis psikologi dan otak, pengasuhan, hypnose, kedahsyatan potensi otak, aktivasi otak tengah, dan pelatihan energi spiritual. Tak luput disusupi, seolah pengajaran agama (sinkretik).

Di Indonesia tampaknya new ager tidak mau berterus terang pengajaran atau pelatihannya adalah pelatihan spiritual GZB. Umumnya bersembunyi, berbungkus klaim ilmiah, dan berselubung agama. Tidak heran jika ada buku tentang kedahsyatan potensi otak seolah ilmiah neuroscience diramu dengan ayat-ayat Alquran, tetapi di ujung buku menganjurkan meditasi. Dengan begitu, masyarakat sangat mudah terjerumus ke tempat yang sebetulnya tidak diketahui ke mana tujuannya.

Tampaknya bukan hanya masyarakat yang harus waspada, tetapi yang lebih penting adalah kelompok profesional, para birokrat, pemimpin perusahaan, guru, dan para pemimpin agama.

Kewaspadaan ini dibutuhkan agar pihak-pihak yang selayaknya melindungi masyarakat bisa bertindak cepat memberikan peringatan secara tepat. Bukan justru mengikutinya lantaran terpikat oleh kata-kata manis retorik yang didengungkan. Semisal, membangun karakter anak bangsa, meningkatkan kecerdasan, atau menjadikan pribadi unggul adil dan bertanggung jawab. Padahal, di balik itu mengajarkan agar kita bisa menjadi Tuhan atas diri kita dan Tuhan orang di sekitar kita.

Singkat kata, mereka ingin menjadi pencerah dengan tujuan New World Order di bawah kepemimpinan New Age Movement melalui perubahan paradigma spiritual individu dan adanya transformasi sosial. Tiada agama, tiada negara, semua satu. Ide utama mereka adalah oneness.

GZB mempunyai konflik tajam dengan berbagai agama samawi, budaya, ekonomi, pendidikan, kedokteran dan kesehatan, psikologi, filsafat, serta ilmu dan sains. Kita pun perlu meningkatkan kewaspadaan karenanya.

Rabu, 24 Juni 2009

Kepemimpinan Dalam Cermin

kami sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan yang baik dan di berkahi, salam penghormatan penuh kasih dan cinta, salam penghormatan dari yang maha kuasa, Allah swt. Kami haturkan salam ;

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada yang berani menolak diri, bahwa dirinya adalah seorang pemimpin. Anda pun jua. Kita pemimpin. Entah di level mana kita memimpin. Anda sadari ataupun tidak, silakan. Yang jelas kekasih kita menuturkan,”Setiap diri kalian adalah pemimpin, dan setiap diri kalian akan dimintai pertanggung jawaban…”

-oOo-

Saudaraku, jika ada alat yang sangat canggih, yang bisa membaca isi hati manusia, pasti akan aku berikan kepadamu, agar engkau tahu apa yang aku risaukan saat ini. Tapi, ternyata aku belum mendapatkan alat itu. Kecuali kertas dan pulpen sebagai tempat curahan hati. Moga surat terbuka ini bisa memberikan hal baru dalam diri -aku dan Anda-.
Surat, menunjukan keterbatasan yang aku miliki. Ketidak mampuanku untuk bertutur langsung kepada sahabatku. Tapi, ada iklim yang sangat aku dambakan, yaitu keterbukaan dalam bersaudara. Aku mencoba untuk mengawali.
Mahar,
Aku rasa kita perlu mengingat kembali apa yang telah kita lakukan sebagai seorang pemimpin. Mungkin Kita senang jika orang yang kita pimpin selalu melaksanakan tugasnya, dan kita ingin tiap anggota kita Percaya (tsiqoh) kepada kita. Menghormati kita. Menempatkan diri kita pada tempatnya. Kooperatif. Dan Saling peduli. Beginilah, kalau kita mau jujur saat kita memimpin!
Tapi, terkadang kita lupa dengan Mahar kita, kita belum membayar Mahar untuk mereka.
Ya, Mahar untuk mereka.
Sadari, kita terkadang menjadi orang yang egois. Yang ingin di dengar kata-katanya, dipatuhi perintahnya, dikagumi ide besarnya. Tapi, kita belum membayar Mahar. Kita belum memberikan bukti bahwa kita layak untuk di patuhi. Kita belum memunculkan bahwa kita layak untuk didengar. Dan kita belum memberikan sebuah keyakinnan kepada mereka bahwa kita adalah pribadi yang unik, pribadi yang beribadah di malam hari, pribadi yang menjadi teladan islami bagi anggota kita!. Inilah mahar yang harus kita bayar...
Orang yang tidak punya maka tidak dapat memberi.
Inilah slogan dasar pemimpin dalam prinsipnya.

I dan T, (Qiyadatu mukhlishoh wa jundiyatu muthi’ah)
Dua kata yang menurut saya sudah merangkum seluruh makna dan pola kepemimpinan (pemimpin dan bawahan), ketiadaan salah satu darinya memyebabkan permasalahan dalam interaksi, management, system, dan kerja. Tentunya sangat mempengaruhi hasil.
Bagi pemimpin, syarat mutlak yang harus ada dalam dirinya adalah ke-Ikhlasan. Semakin kita merasakan makna ikhlas dalam sebuah pola kepemimpinan, kita semakin layak untuk di katakan sebagai seorang pemimpin. Kita jangan bermimpi jadi seorang pemimpin kalau belum mendapatkan ilmu ikhlas. Kita xcjangan melanjutkan amanah sebagai pemimpin kalau belum bersamanya keikhlasan. Ikhlas akan melahirkan segala hal kebaikan. Dalam tugas misalnya; pemimpin yang ikhlas tidak akan memberikan tugas kecuali sesuai dengan kemampuannya. Melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Memberi secara proporsional, dll. Dalam interaksi; keikhlasan melahirkan kebersamaan, keterbukaan dalam dada (saling menasihati, dan menerima kenyataan), ukhuwah, tidak terkotori oleh virus-virus ”sahabat kandung” (pacaran). Pahami ilmu ikhlas, Anda akan mendapatkan seni baru dalam kepemimpinan.
Bagi ”bawahan” dan anggota, syarat mutlak bagi mereka adalah ke-Ta’atan. Saat kita tahu betul keikhlasan dan kebersihan pemimpin, satu hal yang tidak akan lepas dari kita selaku anggota : ketaatan untuk melaksanakan. Jikalau kita tahu keikhlasan dan kapsitas pemimpin kita, dan kita tidak taat kepadanya, maka dapat dipastikan kita bermasalah, tidak layak bergabung dengan gerbong ini.

Hadits,
Rasulullah SAW pernah bersabda : “Orang yang bakal paling dikasihi oleh Allah dan yang paling dekat di sisi-Nya kelak pada hari berhisab ialah pemimpin yang adil, dan orang yang bakal paling dibenci Allah pada hari berhisab dan bakal menerima siksa azab yang sangat pedih adalah para pemimpin yang dzalim.” (HR Tirmidzi).

5kasih n 5aafkan, aku lega…